Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kota Tanjungpinang tidak hanya menjadi ruang penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini.
Pemko Tanjungpinang juga menjadikannya sebagai momentum untuk menegaskan peran perempuan dalam pembangunan daerah, mulai dari keluarga, ekonomi, sosial, hingga pengambilan keputusan publik.
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, menyampaikan hal itu saat menghadiri peringatan Hari Kartini di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (30/4/2026).
Lis menilai perempuan tidak lagi dapat ditempatkan sebagai pelengkap dalam pembangunan. Menurutnya, perempuan justru menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun keluarga yang kokoh sekaligus mendorong kemajuan daerah.
“Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Keberhasilan pembangunan tidak akan tercapai tanpa peran aktif perempuan,” ujarnya.
Lis menegaskan, semangat Kartini harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha perlu membuka ruang yang lebih luas agar perempuan dapat berkembang, mengambil peran, dan berkontribusi di berbagai bidang.
Lis juga memaparkan capaian pembangunan gender di Kota Tanjungpinang. Indeks Pembangunan Gender atau IPG meningkat dari 96,96 persen pada 2023 menjadi 97,02 persen pada 2024.
Peningkatan itu menunjukkan adanya kemajuan dalam akses, peran, dan kualitas pembangunan bagi perempuan.
Selain IPG, Lis menyebut Indeks Ketimpangan Gender atau IKG juga memperlihatkan perkembangan positif. Perempuan semakin terlibat dalam aktivitas ekonomi, politik, serta proses pengambilan keputusan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha, dalam membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Lis mengajak masyarakat melihat Hari Kartini bukan sebagai seremoni tahunan semata. Ia menyebut peringatan ini perlu menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan Indonesia lahir dari sejarah panjang.
Lis menyinggung sejumlah tokoh perempuan yang ikut membentuk arah perjuangan bangsa, seperti Martha Christina Tiahahu, Laksamana Malahayati, Cut Nyak Dien, Maria Walanda Maramis, dan Nyi Ageng Serang.
Dari Kepulauan Riau, Lis juga mengangkat nama Engku Putri Raja Hamidah dan Raja Aisyah Sulaiman. Menurutnya, kedua tokoh itu memberi jejak penting dalam sejarah dan perkembangan peran perempuan di daerah.
“Selain itu, dari Kepulauan Riau tokoh perempuan seperti Engku Putri Raja Hamidah dan Raja Aisyah Sulaiman turut memberikan kontribusi penting dalam sejarah dan perkembangan peran perempuan di daerah,” ungkapnya.
Lis kemudian mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Kartini sebagai energi untuk membangun Tanjungpinang yang lebih maju, setara, dan inklusif.
“Selamat Hari Kartini, semangat Kartini harus kita jadikan energi untuk terus berkarya, berkontribusi, dan membangun Tanjungpinang yang lebih maju dan inklusif,” katanya.
Selain itu, Lis juga berpesan agar perempuan Tanjungpinang terus mengambil peran dalam keluarga dan masyarakat.
“Teruslah menjadi perempuan yang tangguh, cerdas, dan inspiratif dalam membangun keluarga yang harmonis serta berkontribusi dalam pembangunan Kota Tanjungpinang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, SH, menyoroti peran perempuan yang kerap tidak terlihat, tetapi memiliki dampak besar bagi keluarga dan lingkungan sosial.
Ia menyebut tema “Perempuan Hebat di Semua Peran” menggambarkan kondisi perempuan masa kini. Banyak perempuan menjalankan berbagai tanggung jawab sekaligus, baik sebagai ibu, istri, pekerja, penggerak sosial, maupun bagian dari masyarakat.
“Perempuan hebat bukan hanya mereka yang tampil di ruang-ruang besar, tetapi juga mereka yang bekerja dalam diam, yang mungkin tidak terlihat tapi dampaknya sangat besar,” ucap Weni.
Menurutnya, perempuan hebat bukan berarti perempuan yang tidak pernah lelah atau tidak pernah menghadapi kesulitan. Perempuan hebat adalah mereka yang terus belajar, berproses, saling mendukung, dan tidak menyerah saat menghadapi tantangan.
Weni mengajak perempuan di Tanjungpinang untuk memperkuat solidaritas. Ia menilai dukungan antarsesama perempuan menjadi modal penting untuk membangun keluarga dan daerah.
“Ketika perempuan kuat, maka keluarga akan kuat. Dan ketika keluarga kuat, maka daerah pun akan maju,” pungkasnya. (Heppy/Red)













Discussion about this post