Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang mempercepat pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) setelah capaian layanan tersebut tercatat masih rendah, yakni baru 2,4 persen dari target yang ditetapkan.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Teknis Lintas Sektor Pelaksanaan Program PKG 2026 yang dibuka Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza di Trans Convention Center (TCC) Aston, Rabu (9/6/2026).
Menurut Ariza, rendahnya capaian program menjadi sinyal perlunya kolaborasi lebih kuat antara pemerintah, fasilitas kesehatan, instansi terkait, dan masyarakat agar deteksi dini penyakit dapat menjangkau lebih banyak warga.
“Pelaksanaan program ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak terkait agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Ariza.
Program yang diinisiasi Kementerian Kesehatan RI itu bertujuan mengubah pola layanan kesehatan dari yang selama ini berfokus pada pengobatan menjadi pencegahan dan deteksi dini. Pemeriksaan rutin dinilai penting karena banyak penyakit tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
“Melalui program ini, pola pelayanan kesehatan diharapkan tidak lagi hanya berfokus pada pengobatan, tetapi lebih mengedepankan pencegahan dan deteksi dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.
Ariza mencontohkan sejumlah penyakit seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, anemia pada remaja putri, hingga gangguan tumbuh kembang anak yang kerap terlambat terdeteksi karena minimnya pemeriksaan kesehatan berkala.
Ia menegaskan keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan dan menurunnya risiko penyakit yang terlambat ditangani.
Rapat koordinasi yang berlangsung selama dua hari itu juga membahas strategi percepatan program, kesiapan fasilitas kesehatan, integrasi layanan kesehatan sekolah, hingga sistem pelaporan digital untuk mendukung pelaksanaan PKG di Tanjungpinang. (Red)













Discussion about this post