Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai memperkuat strategi penanganan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Pada 2026, setiap kelurahan ditargetkan memiliki minimal satu anak asuh dari keluarga berisiko stunting.
Target tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk dan KB) Tanjungpinang, Rustam, dalam pertemuan evaluasi program GENTING di Aula Puskesmas Batu 10, Senin (25/5/2026).
Rustam mengatakan pendekatan orang tua asuh dipilih untuk memperkuat intervensi langsung kepada keluarga yang membutuhkan dukungan gizi dan pendampingan berkelanjutan.
“Bantuan yang diberikan dapat berupa dukungan nutrisi secara berkelanjutan, salah satunya pemberian telur selama tiga sampai enam bulan,” kata Rustam.
Program itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan dan kelurahan, PKK, Baznas, perguruan tinggi, hingga aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Menurut Rustam, penanganan stunting tidak bisa hanya bergantung pada sektor kesehatan. Kolaborasi lintas sektor dibutuhkan agar pendampingan terhadap keluarga berisiko berjalan lebih efektif.
Ia juga mendorong camat dan lurah ikut menjadi orang tua asuh bagi anak-anak di wilayah masing-masing.
“Dukungan tidak harus selalu berupa bantuan materi, tetapi juga pendampingan dan perhatian terhadap keluarga berisiko stunting,” ujarnya.
Selain mengevaluasi pelaksanaan program 2025, pertemuan tersebut membahas strategi penguatan intervensi gizi dan pola pendampingan keluarga.
Pemko Tanjungpinang berharap keterlibatan lebih luas dari masyarakat dan berbagai lembaga dapat mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini.
“Melalui kolaborasi lintas sektor, penanganan stunting diharapkan berjalan lebih terpadu dan berkelanjutan,” tutup Rustam. (Heppy/Red)













Discussion about this post