Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Pengukuhan Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Masa Khidmat 2026–2027 menjadi momentum penguatan peran adat Melayu menghadapi tantangan sosial dan budaya di era modern.
Dalam prosesi yang berlangsung di Balai Adat Seri Indra Sakti, Taman Gurindam 12, Tanjungpinang, Senin (8/6/2026), Dato’ Wira Setia Utama Endy Maulidi resmi dikukuhkan sebagai Panglima Besar Hulubalang LAM Kepri berdasarkan Surat Keputusan LAM Kepri Nomor 2/LAM KEPRI/IV/2026.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menilai ancaman terhadap masyarakat Melayu saat ini tidak lagi berbentuk fisik, melainkan degradasi nilai dan budaya. Menurutnya, hulubalang harus mengambil peran lebih besar sebagai penjaga marwah adat di tengah perubahan zaman.
“Maraknya fitnah dan ujaran kebencian, berkurangnya penghormatan kepada orang tua dan guru, hingga melemahnya kebanggaan generasi muda terhadap budaya Melayu menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama,” kata Ansar.
Ia menegaskan, hulubalang tidak hanya berfungsi sebagai simbol keberanian, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga keseimbangan antara adat, syariat, dan kehidupan sosial masyarakat.
“Hulubalang harus tampil sebagai teladan di tengah masyarakat, baik dalam akhlak, tutur kata, perilaku, maupun semangat pengabdian,” ujarnya.
Ansar mengingatkan bahwa Kepulauan Riau merupakan salah satu pusat peradaban Melayu di Indonesia. Dengan jumlah masyarakat Melayu mencapai sekitar 652.929 jiwa atau hampir 30 persen dari total penduduk Kepri, pelestarian nilai-nilai budaya dinilai menjadi tanggung jawab bersama.
“Lembaga Adat Melayu memiliki peran strategis dalam menggali, memelihara, membina, dan mengembangkan nilai-nilai adat serta budaya Melayu Kepulauan Riau,” tegas Ansar.
Prosesi pengukuhan ditandai pemasangan tanjak, keris, dan tongkat komando oleh Ketua LAM Kepri Raja Al-Hafiz Raja Ismail sebagai simbol amanah menjaga marwah adat Melayu di Bumi Segantang Lada. (Riyan/Red)













Discussion about this post