Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terus mematangkan program “Wajib Mengaji” sebagai langkah strategis untuk membangun karakter generasi muda.
Dukungan terhadap kebijakan ini mulai mengalir dari lapisan masyarakat akar rumput, salah satunya melalui inisiatif Majelis Taklim di Kelurahan Tanjung Ayun Sakti.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemko Tanjungpinang, Marzul Hendri, menegaskan bahwa kepemimpinan Wali Kota Lis Darmansyah dan Wakil Wali Kota Raja Ariza sangat menaruh perhatian pada pendidikan akhlak.
Pemerintah daerah menggagas program wajib mengaji agar anak-anak usia dini memiliki benteng moral yang kuat di tengah perkembangan zaman.
Hal tersebut Marzul sampaikan saat mewakili Wali Kota dalam acara Khataman Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kelurahan Tanjung Ayun Sakti di Masjid Nurul Hidayah, Minggu (8/3/2026).
“Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat kita. Tidak hanya pada saat bulan Ramadan saja, mudah-mudahan kegiatan membaca kitab suci ini menjadi suatu kebiasaan yang terus-menerus,” tegas Marzul di hadapan jamaah.
Ia mengajak seluruh pilar masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, hingga pengurus masjid, untuk mengambil peran aktif menyukseskan program pembinaan karakter tersebut.
Sinergi ini dinilai krusial agar Tanjungpinang kelak melahirkan generasi yang, selain cerdas secara intelektual, juga berakhlak mulia.
Dukungan masyarakat terhadap visi pemerintah ini tampak jelas dalam agenda BKMT tersebut. Ketua BKMT Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Ely Suharti, melaporkan bahwa agenda khataman ini bukan sekadar ritual ibadah lisan semata.
Pihaknya merangkaikan kegiatan spiritual tersebut dengan aksi sosial nyata berupa pembagian paket sembako kepada warga kurang mampu.
Inisiatif warga ini mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Hidayah, Kolonel Sus H. Ampu. Ia menilai perpaduan antara ibadah membaca Al-Qur’an dan sedekah merupakan cara paling efektif untuk mempererat tali persaudaraan.
“Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat kita sehari-hari,” tutur Kolonel Ampu.
Turut menyaksikan kolaborasi keagamaan dan sosial tersebut Camat Bukit Bestari M. Septian Putra Perdana, jajaran rukun tetangga, serta tokoh masyarakat setempat yang sepakat untuk terus menghidupkan syiar Islam di lingkungan mereka. (Red)













Discussion about this post