Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin menyampaikan angka kriminalitas di Provinsi Kepri pada Semester I 2026 meningkat 13,89 persen dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara umum tetap aman dan kondusif.
Hal itu disampaikan Kapolda saat menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (3/8/2026).
“Secara umum kondisi keamanan di Provinsi Kepulauan Riau masih aman dan kondusif. Peningkatan angka kriminalitas merupakan dampak dari optimalisasi penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, transparan, dan responsif terhadap setiap laporan masyarakat,” kata Irjen Pol. Asep Safrudin.
Rakor yang dipimpin Gubernur Kepri Ansar Ahmad itu dihadiri unsur Forkopimda, kepala daerah kabupaten/kota, instansi vertikal, serta para pemangku kepentingan. Forum tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari situasi kamtibmas, pengendalian inflasi, perkembangan ekonomi daerah, Sensus Ekonomi 2026, Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga program prioritas nasional lainnya.
Kapolda menegaskan stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor di Kepri sebagai kawasan perdagangan, industri, investasi, dan jalur pelayaran internasional. Karena itu, Polda Kepri terus memperkuat langkah pencegahan dan penegakan hukum terhadap berbagai gangguan kamtibmas, termasuk premanisme, penguasaan lahan secara melawan hukum, serta potensi konflik yang dapat mengganggu iklim investasi.
Ia juga mengajak pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi, deteksi dini, dan penyelesaian persoalan melalui komunikasi yang konstruktif guna menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah. (Red)













Discussion about this post