Lidiknusantara.com, Batam – Meski diisukan mengancam ketahanan air, investasi pembangunan Data Center AI di Nongsa, Batam, ternyata memiliki manfaat dalam menumbuhkan ekonomi.
Hal tersebut diucapkan Deputi Pelayanan BP Batam, Ariastuty Sirait, saat menjadi narasumber dalam Uji Kompetensi Wartawan di Balairung Sari BP Batam, Jumat (18/9/2026) kemarin.
“Data center AI ini memang tidak begitu besar manfaatnya karena sebagian besar dikelola oleh AI. Tapi ini investasinya luar biasa, sampai triliunan rupiah, dan membawa manfaat yang besar bagi pertumbuhan ekonomi kota Batam,” terang Ariastuty.
Ariastuty membeberkan bahwa saat data center AI tersebut mengkonsumsi air dan listrik, mereka harus membayar. Pihaknya telah menghitung-hitung dan, menurutnya, potensi pertumbuhan ekonomi berasal dari sana.
Contohnya saat membangun Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) senilai Rp20 miliar, mereka sudah serahkan kepada BP Batam.
“Kemudian proses pengubahan air asin ke air tawar juga harus dibayar. Dan itu jadi PR BP Batam supaya bisa diserahkan kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, investasi data center merupakan simbiosis mutualisme yang melingkar semuanya, sehingga menjadikan pertumbuhan ekonomi di Batam semakin maju dan berkembang.
Lebih lanjut Ariastuty menilai, selain menumbuhkan ekonomi, investasi data center AI ini juga berpotensi menyerap tenaga kerja lokal.
“Mereka hanya mengambil tenaga kerja luar itu sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Namun, apabila SDM yang dibutuhkan ada di Batam, mereka akan mengambilnya,” tutupnya. (Adnan)













Discussion about this post