Lidiknusantara.com, Jakarta – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengusulkan penambahan 18 titik pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Usulan tersebut disampaikan saat bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Gedung Menara Bahari I, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026).
Dalam audiensi itu, Ansar menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri mendukung program nasional penguatan sektor kelautan dan perikanan. Saat ini, tiga koperasi nelayan telah selesai dibangun, sementara satu titik di Kabupaten Natuna masih dalam tahap pembangunan.
“Sebagai bentuk keseriusan, saat ini tiga titik telah selesai dibangun dan satu titik di Kabupaten Natuna sedang dalam proses pembangunan. Kami juga mengusulkan penambahan 18 titik prioritas agar manfaat program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat pesisir dan nelayan,” kata Ansar.
Selain pembangunan koperasi, Ansar meminta KKP segera melakukan survei topografi di 82 kawasan pesisir di Kepri. Menurutnya, data tersebut diperlukan sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan dan pengembangan infrastruktur di wilayah pesisir.
“Kami berharap survei lapangan ini dapat segera dilaksanakan sehingga berbagai kebutuhan pengembangan kawasan pesisir dapat dipetakan secara komprehensif,” ujarnya.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengapresiasi langkah cepat Pemprov Kepri dalam menyiapkan berbagai program pendukung pembangunan sektor kelautan.
“Kepri memiliki posisi yang sangat strategis dengan wilayah perairan yang sangat luas. Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk mengoptimalkan seluruh potensi kelautan dan perikanan melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” kata Trenggono.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar potensi maritim Kepri mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan, sekaligus mendukung implementasi program Ekonomi Biru nasional. (Red)













Discussion about this post