Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Rencana penutupan kantor cabang Bank OCBC NISP di Tanjungpinang pada Mei 2026 mendatang memicu keresahan masyarakat.
Para nasabah melaporkan adanya kendala serius dalam penarikan dana valuta asing (valas), yang kini menjadi perhatian tajam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau.
Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima rentetan pengaduan terkait buruknya pelayanan bank tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Penolakan penarikan dana dengan alasan stok tunai kosong di tengah rencana penutupan cabang dinilai mencederai hak dasar nasabah.
“Kami mendapat laporan dari masyarakat, khususnya nasabah, yang ingin menarik tabungan valas namun kerap mendapat penolakan dengan alasan ketersediaan uang tunai valas tidak ada,” ujar Rudy Chua, Senin (6/4/2026).
Rudy menegaskan bahwa situasi ini bukan sekadar masalah teknis perbankan, melainkan indikator negatif bagi iklim investasi di ibu kota provinsi. Menurutnya, hengkangnya bank swasta besar dari Tanjungpinang mengirimkan pesan mengkhawatirkan bagi dunia usaha.
“Penutupan cabang ini juga bisa menjadi sinyal bahwa kondisi perekonomian, khususnya di Tanjungpinang, tidak sedang baik-baik saja,” tegasnya.
Krisis kepercayaan ini dikhawatirkan memicu efek domino bagi sektor bisnis di Tanjungpinang. Mengingat kedekatan geografis Tanjungpinang dengan Singapura dan Malaysia, kesulitan akses valas dipastikan menghambat transaksi lintas batas bagi para pelaku usaha, yang pada akhirnya memperlambat perputaran uang di daerah.
Sikap bungkam manajemen Bank OCBC NISP hingga saat ini dinilai kian memperkeruh suasana. Tanpa adanya penjelasan resmi, ruang spekulasi publik terbuka lebar yang berpotensi memicu kepanikan nasabah atau bank run dalam skala kecil.
DPRD Kepri kini mendesak adanya klarifikasi terbuka dari pihak perbankan dan meminta otoritas terkait untuk turun tangan memastikan hak-hak nasabah tetap terlindungi selama masa transisi. Pemerintah daerah juga diharapkan memantau dampak penutupan ini agar stabilitas ekonomi lokal tetap terjaga.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Bank OCBC NISP belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penutupan kantor cabang maupun keluhan nasabah tersebut. (Riyan/Tim)













Discussion about this post