Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai menggerakkan masyarakat untuk mengurangi pemborosan pangan melalui Gerakan TANJAK PANGAN (Tanjungpinang Ajak Jaga Pangan). Gerakan ini menargetkan perubahan kebiasaan mengelola makanan, mulai dari keluarga hingga pelaku usaha.
Gerakan TANJAK PANGAN itu disosialisasikan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang di Ruang Rapat Bappelitbang, Selasa (22/9/2026). Kepala DP3 Tanjungpinang Robert Lukman membuka kegiatan yang diikuti unsur pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, pariwisata, hingga pengelola lingkungan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DP3 Tanjungpinang, Yesi Perdeawati, memaparkan bahwa sisa pangan masih ditemukan di rumah tangga, sekolah, hotel, dan restoran.
Data awal pilot project di Kecamatan Tanjungpinang Barat menunjukkan siswa SMA Negeri 1 Tanjungpinang menghasilkan rata-rata 139 gram sisa pangan per orang per hari selama pengamatan delapan hari. Sementara sisa pangan rumah tangga mencapai rata-rata 95,9 gram per orang per hari.
Kondisi itu antara lain dipengaruhi kebiasaan membeli atau memasak makanan berlebihan, makanan tidak dihabiskan, serta ketidaksesuaian porsi dan menu.
Melalui gerakan TANJAK PANGAN, masyarakat didorong merencanakan belanja, mengambil makanan secukupnya, menyimpan pangan dengan benar, serta memanfaatkan kembali makanan yang masih layak.
Gerakan ini menggunakan pendekatan “Catat, Analisis, Cegah, Selamatkan, dan Laporkan”. Data sisa pangan akan menjadi bahan evaluasi sekaligus mendukung kebijakan ketahanan pangan daerah.
“Mulai hari ini, mulai dari piring kita. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?” demikian pesan gerakan tersebut. (Red)













Discussion about this post