Lidiknusantara.com, Bangkok – Suan Dusit Arun, taman publik seluas 11.200 meter persegi di atap Dusit Central Park, Bangkok, mencatat lebih dari 951.000 pengunjung sepanjang tahun pertama sejak dibuka pada 3 September 2025.
Data pengelola menunjukkan taman ini rata-rata menerima 2.621 pengunjung unik setiap hari. Selain menjadi ruang publik, Suan Dusit Arun dirancang untuk membantu menghadapi persoalan perkotaan seperti suhu tinggi, keterbatasan ruang hijau, dan penurunan keanekaragaman hayati.
Sekitar 98 persen area taman berupa lanskap hijau. Kawasan tersebut menampung 184 jenis tanaman, termasuk 48 spesies asli Thailand. Sebanyak sembilan jenis pohon masuk tiga kategori terancam dalam daftar merah IUCN.
Pemantauan pada 13–14 Maret 2026 juga menunjukkan suhu di dalam taman mencapai 31 derajat Celsius, atau sekitar 2 derajat lebih rendah dibandingkan area di luar proyek. Konsentrasi partikel tersuspensi tercatat sekitar 35 persen lebih rendah di dalam taman pada periode pengukuran tersebut.
“Kami ingin Suan Dusit Arun menjadi bagian aktif dari kehidupan sehari-hari Bangkok, dengan fungsi sosial dan lingkungan yang jelas,” kata Group CEO Dusit International Chanin Donavanik.
Pengelola juga memanfaatkan air hujan dan air daur ulang untuk memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan irigasi. Lanskap taman diperkirakan mampu mengurangi limpasan air hujan menuju drainase kota sebesar 30–50 persen dibandingkan atap konvensional.
Selama setahun, taman tersebut menggelar 43 kegiatan olahraga, edukasi, rekreasi, dan komunitas yang melibatkan lebih dari 9.500 orang.
Untuk Bangkok Climate Action Week 2026, Suan Dusit Arun akan menggelar Tree Walk pada 9 Oktober 2026 bersama Big Trees Foundation.
Penyunting: Adnan Fadhil













Discussion about this post