Sabtu, 16 Mei 2026
Lidiknusantara.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
    • All
    • Kampar
    • Pekanbaru
    • Rokan Hulu
    • Sumbar
    Lis Pelajari Cara Banyumas Ubah Sampah Jadi Sumber Pendapatan

    Lis Pelajari Cara Banyumas Ubah Sampah Jadi Sumber Pendapatan

    IK-LIMKOS Jakarta Santuni Anak Yatim di Bulan Suci Ramadan

    IK-LIMKOS Jakarta Santuni Anak Yatim di Bulan Suci Ramadhan

    Digitalisasi dan Syariah Jadi Tolok Ukur Industri Pembiayaan 2026

    Digitalisasi dan Syariah Jadi Tolok Ukur Industri Pembiayaan 2026

  • Kepri
    • All
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjungpinang
    Kuasa Hukum Sebut Penetapan Tersangka Aktivis Yusri Mandala Kental Muatan Politis dan “Pesanan Pasal”

    Kuasa Hukum Sebut Penetapan Tersangka Aktivis Yusri Mandala Kental Muatan Politis dan “Pesanan Pasal”

    Lis Pelajari Cara Banyumas Ubah Sampah Jadi Sumber Pendapatan

    Lis Pelajari Cara Banyumas Ubah Sampah Jadi Sumber Pendapatan

    Kepri Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah

    Kepri Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah

  • Artikel
    • All
    • Edukasi
    • Olahraga
    • Seni & Budaya
    • Teknologi
    Jangan Terkecoh! 5 Modus Penipuan Digital yang Sedang Ramai di Indonesia

    Jangan Terkecoh! 5 Modus Penipuan Digital yang Sedang Ramai di Indonesia

    Mengenal Doomscrolling: Alasan Sulitnya Berhenti Mengonsumsi Berita Buruk di Medsos

    Mengenal Doomscrolling: Alasan Sulitnya Berhenti Mengonsumsi Berita Buruk di Medsos

    Menjaga Identitas Bangsa Melalui Keindahan 4 Kain Tradisional Nusantara

    Menjaga Identitas Bangsa Melalui Keindahan 4 Kain Tradisional Nusantara

  • Opini
  • Advertorial
  • Galeri Foto
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
    • All
    • Kampar
    • Pekanbaru
    • Rokan Hulu
    • Sumbar
    Lis Pelajari Cara Banyumas Ubah Sampah Jadi Sumber Pendapatan

    Lis Pelajari Cara Banyumas Ubah Sampah Jadi Sumber Pendapatan

    IK-LIMKOS Jakarta Santuni Anak Yatim di Bulan Suci Ramadan

    IK-LIMKOS Jakarta Santuni Anak Yatim di Bulan Suci Ramadhan

    Digitalisasi dan Syariah Jadi Tolok Ukur Industri Pembiayaan 2026

    Digitalisasi dan Syariah Jadi Tolok Ukur Industri Pembiayaan 2026

  • Kepri
    • All
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjungpinang
    Kuasa Hukum Sebut Penetapan Tersangka Aktivis Yusri Mandala Kental Muatan Politis dan “Pesanan Pasal”

    Kuasa Hukum Sebut Penetapan Tersangka Aktivis Yusri Mandala Kental Muatan Politis dan “Pesanan Pasal”

    Lis Pelajari Cara Banyumas Ubah Sampah Jadi Sumber Pendapatan

    Lis Pelajari Cara Banyumas Ubah Sampah Jadi Sumber Pendapatan

    Kepri Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah

    Kepri Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah

  • Artikel
    • All
    • Edukasi
    • Olahraga
    • Seni & Budaya
    • Teknologi
    Jangan Terkecoh! 5 Modus Penipuan Digital yang Sedang Ramai di Indonesia

    Jangan Terkecoh! 5 Modus Penipuan Digital yang Sedang Ramai di Indonesia

    Mengenal Doomscrolling: Alasan Sulitnya Berhenti Mengonsumsi Berita Buruk di Medsos

    Mengenal Doomscrolling: Alasan Sulitnya Berhenti Mengonsumsi Berita Buruk di Medsos

    Menjaga Identitas Bangsa Melalui Keindahan 4 Kain Tradisional Nusantara

    Menjaga Identitas Bangsa Melalui Keindahan 4 Kain Tradisional Nusantara

  • Opini
  • Advertorial
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Lidiknusantara.com
No Result
View All Result
Home Kepri Bintan

Limbah Minyak Hitam Kepung Pesisir Bintan, Nelayan Kehilangan Hasil hingga 70 Persen

Redaksi by Redaksi
14/02/2026 2:00 PM
in Bintan
0
Limbah Minyak Hitam Kepung Pesisir Bintan, Nelayan Kehilangan Hasil hingga 70 Persen

Imin, tekong nelayan di Kelurahan Kawal, Kabupaten Bintan. (Foto: Ist)

0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lidiknusantara.com, Bintan – Limbah minyak hitam (sludge oil) kembali mencemari pesisir Kabupaten Bintan. Pencemaran ini tidak hanya merusak pesisir, tetapi juga menghancurkan alat tangkap nelayan dan menurunkan hasil tangkapan laut hingga sekitar 70 persen.

Material limbah ditemukan dalam bentuk karung-karung yang mengapung di perairan pesisir. Banyak karung pecah dan bocor, membuat minyak menyebar ke permukaan laut serta menempel pada jaring nelayan.

Dampak paling terasa terjadi pada alat tangkap. Jaring yang terpapar minyak menjadi licin, berbau tajam, dan sulit difungsikan kembali. Kondisi ini memaksa sebagian nelayan mengurangi aktivitas melaut karena biaya pembersihan dan risiko kerusakan semakin besar.

Imin, tekong nelayan di Kelurahan Kawal, Kabupaten Bintan, membenarkan situasi tersebut. Ia menyebut limbah minyak membuat jaring nyaris tidak layak pakai dan mengusir ikan dari area tangkap.

“Bisa digunakan, tapi sulit karena licin. Dan ikan pun tak bakalan dekat karena bau menyengat. Bahkan kami aja tak tahan sama baunya,” kata Imin kepada awak media, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, penurunan hasil tangkapan terjadi sangat drastis sejak pesisir terdampak pencemaran. Jika sebelumnya nelayan bisa membawa pulang hingga sekitar 100 kilogram ikan, kini hasilnya merosot tajam.

“Sekarang paling tinggal 20 sampai 30 kilogram. Jauh sekali turunnya,” ujarnya.

Keluhan nelayan juga menyasar dampak ekonomi jangka pendek. Selain hasil tangkapan turun, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membersihkan atau mengganti jaring yang rusak akibat terlapisi minyak.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Bintan Roby Kurniawan menyatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan pemerintah provinsi dan kementerian terkait. Ia menilai persoalan sludge oil tidak bisa ditangani secara parsial.

“Karena persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah sendiri. Jadi dari hulu ke hilirnya harus diselesaikan. Tentu limbah ini ada penyebabnya, dan penyebabnya itu yang harus dihentikan,” tegas Roby.

Pemerintah daerah saat ini mendorong penanganan terpadu, mulai dari penelusuran sumber limbah hingga langkah pencegahan agar pencemaran tidak terus berulang dan merugikan nelayan pesisir. (Adnan)

Tags: Headline
Previous Post

KNTI Minta Pemerintah Tegas Soal Dugaan Penimbunan Mangrove Tanpa Izin

Next Post

Jelang Ramadan, PLN Dabo-Daik Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik

Discussion about this post

Berita Terkini

Kuasa Hukum Sebut Penetapan Tersangka Aktivis Yusri Mandala Kental Muatan Politis dan “Pesanan Pasal”

Kuasa Hukum Sebut Penetapan Tersangka Aktivis Yusri Mandala Kental Muatan Politis dan “Pesanan Pasal”

15/05/2026 7:30 PM

Jangan Terkecoh! 5 Modus Penipuan Digital yang Sedang Ramai di Indonesia

Lis Pelajari Cara Banyumas Ubah Sampah Jadi Sumber Pendapatan

Kepri Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah

DPRD Kepri Soroti Lemahnya Keterbukaan Informasi Publik

Laka Maut TKA China di Tanjungpinang: “Dugaan Bukti Bobroknya Pengawasan Imigrasi?”

Lidiknusantara

© 2019 Lidiknusantara.com All Rights Reserved.

Informasi

  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer

Media Sosial

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
    • Sumbar
  • Kepri
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Batam
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Anambas
  • Edukasi
  • Seni & Budaya
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Opini
  • Advertorial
  • Galeri Foto

© 2019 Lidiknusantara.com All Rights Reserved.