Lidiknusantara.com, Kepri – Laskar Melayu Bersatu (LMB) terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Salah satu program yang tengah dikembangkan adalah UMKM rokok nipah, produk yang memanfaatkan bahan alam sekaligus mengangkat kearifan lokal Melayu.
LMB menilai pengembangan rokok nipah bukan sekadar menciptakan produk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
“Rokok nipah bukan sekadar membangun sebuah produk, tetapi juga bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan membuka peluang usaha,” demikian disampaikan LMB.
Dalam pengembangannya, LMB menegaskan komitmen untuk menjalankan usaha tersebut secara legal dan tertib. Rokok daun yang menggunakan daun nipah termasuk dalam kategori hasil tembakau yang memiliki ketentuan perpajakan dan cukai.
Karena itu, setiap tahapan produksi dan pemasaran akan diarahkan mengikuti ketentuan perizinan, perpajakan, serta cukai yang berlaku.
“Kami ingin membuktikan bahwa organisasi masyarakat tidak hanya hadir ketika berbicara tentang persoalan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan solusi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,” tegas LMB.
LMB berharap UMKM rokok nipah dapat berkembang menjadi salah satu produk khas Melayu yang memiliki nilai ekonomi sekaligus tetap mengangkat kearifan lokal.
Program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir yang memiliki akses terhadap bahan baku nipah.
“LMB bergerak bersama masyarakat, dari menjaga marwah budaya hingga membangun kemandirian ekonomi,” tutupnya. (Defran)













Discussion about this post