Lidiknusantara.com, Batam – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau meresmikan program revitalisasi SMA dan SMK se-Kota Batam dengan nilai anggaran sekitar Rp100 miliar. Program itu difokuskan untuk memperkuat sarana pendidikan dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era digital.
Peresmian dilakukan Gubernur Kepri Ansar Ahmad di SMKN 11 Batam, Rabu (13/5/2026), ditandai dengan penandatanganan prasasti penggunaan gedung sekolah yang telah selesai dibangun.
Ansar mengatakan revitalisasi pendidikan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda Kepri agar siap menghadapi tantangan industri dan teknologi.
“Kita perlu mempersiapkan SDM yang mampu bersaing di era 5.0 agar tidak hanya menjadi penonton di kampung sendiri,” kata Ansar.
Ia menyebut program revitalisasi mencakup pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, perpustakaan, ruang praktik siswa, hingga fasilitas penunjang di sejumlah SMA dan SMK di Batam.
Menurut Ansar, penguatan pendidikan vokasi menjadi penting karena kebutuhan dunia kerja kini semakin berbasis teknologi dan keterampilan.
“Kita akan mendorong semakin banyak anak mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikasi agar memiliki daya saing,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik sekolah, Pemprov Kepri juga mendorong kolaborasi dengan dunia industri. Ansar mengapresiasi perusahaan yang telah menjadi mitra sekolah dalam mendukung praktik dan pengembangan keterampilan siswa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung mengatakan revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan gedung, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan daerah.
“Hari ini kita meresmikan gedung yang akan menjadi pijakan mimpi anak-anak Kepri untuk memajukan daerahnya,” kata Andi.
Program revitalisasi tahun anggaran 2025 menyasar sejumlah sekolah negeri dan swasta di Batam, termasuk pembangunan ruang praktik teknik, laboratorium komputer, ruang kelas baru, perpustakaan, hingga fasilitas sanitasi sekolah. (Riyan/Red)













Discussion about this post