Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Polsek Tanjungpinang Kota tengah menyelidiki penyebab pasti kebakaran lahan seluas satu hektar yang melanda wilayah Datuk Pakau, Kelurahan Kampung Bugis, Rabu (25/3/2026) siang.
Meski petugas berhasil melokalisasi api dalam waktu singkat, otoritas berwenang masih memburu titik awal kemunculan api yang menghanguskan lahan di RT 002/RW 006 tersebut.
Peristiwa ini bermula saat seorang saksi berinisial E (56) melihat kobaran api yang sudah membesar sekitar pukul 14.00 WIB.
Menyadari ancaman api yang terus meluas akibat angin kencang, saksi segera menghubungi Bhabinkamtibmas setempat yang kemudian mengerahkan personel kepolisian serta dua unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Kapolsek Tanjungpinang Kota, AKP Monang Silalahi, memimpin langsung proses pemadaman di lapangan.
Petugas gabungan dari kepolisian dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang berjibaku menjinakkan si jago merah selama hampir 45 menit sebelum akhirnya dinyatakan padam pada pukul 15.15 WIB.
“Dalam kejadian ini, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil. Namun, penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan karena belum ada saksi yang melihat langsung sumber api,” tegas AKP Monang Silalahi di lokasi kejadian.
Otoritas kepolisian mensinyalir kondisi cuaca ekstrem dan minimnya curah hujan di Tanjungpinang menjadi faktor utama yang meningkatkan kerentanan lahan terhadap api.
Selain faktor alam, kelalaian manusia seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan tetap menjadi kecurigaan utama pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kapolsek mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan sekecil apa pun percikan api di tengah kondisi tanah yang kering dan suhu udara yang tinggi.
Langkah pencegahan dinilai jauh lebih efektif daripada upaya pemadaman di medan yang sulit dijangkau kendaraan besar.
“Masyarakat harus lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari,” pungkasnya. (Red)













Discussion about this post