Lidiknusantara.com, Batam – Ketua Umum Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepri, Fahrizal, menyampaikan duka cita atas bentrokan di Setokok, Batam, yang menewaskan dua orang dan menyebabkan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Fahrizal menegaskan, bentrokan tersebut murni merupakan persoalan antar kelompok dan tidak berkaitan dengan persoalan suku maupun ras. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mengaitkan peristiwa tersebut dengan isu kesukuan yang berpotensi memperkeruh situasi.
“Kite turut berduka cita atas timbulnya korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka. Ini murni kepentingan kelompok, bukan permasalahan ras,” ujar Fahrizal dalam keterangannya.
Meski demikian, Fahrizal menilai peristiwa tersebut perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem dan kebijakan pengelolaan serta pengalokasian lahan di Batam.
Ia menilai pemerintah perlu memastikan setiap lahan yang dialokasikan kepada pihak ketiga telah melalui proses yang jelas dan menyeluruh di lapangan. Persoalan keberadaan masyarakat, penggarap, kebun, bangunan, batas lahan hingga potensi konflik sosial, kata dia, semestinya diselesaikan sebelum alokasi diberikan.
“Jangan sampai kebijakan investasi berjalan lebih cepat daripada penyelesaian persoalan masyarakat di lapangan,” katanya.
Fahrizal menekankan pentingnya sistem yang menjamin status lahan jelas, masyarakat terlindungi, proses transparan, serta batas-batas lahan yang tegas.
“Kita tidak sedang mencari siapa yang harus disalahkan. Kita sedang mencari apa yang harus diperbaiki,” ujarnya.
Ia berharap evaluasi dilakukan sebelum konflik serupa kembali menimbulkan korban.
“Jangan menunggu ada korban jiwa baru sistem dievaluasi. Investasi harus membawa kemajuan, bukan meninggalkan konflik,” kata Fahrizal. (Defran)













Discussion about this post