Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Tanjungpinang meningkat dari 138 kasus pada 12 Oktober menjadi 180 kasus pada 15 Oktober 2026. Menanggapi itu, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) memperkuat pemantauan kesiapan fasilitas kesehatan di tengah meningkatnya kabut asap.
Kepala Dinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam, memeriksa kesiapan pelayanan di Puskesmas Batu 10 pada Jumat (16/10/2026) siang. Pemeriksaan mencakup ketersediaan obat-obatan, logistik medis, peralatan penanganan gangguan pernapasan, serta ambulans untuk merujuk pasien.
Petugas turut memeriksa ketersediaan oksigen, nebulizer, obat untuk menangani ISPA, batuk, pilek, dan asma, serta alat elektrokardiogram (EKG).
Rustam meminta kepala puskesmas memantau dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan melaporkan setiap perkembangan di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya respons cepat apabila pasien mengalami kondisi yang tidak dapat ditangani di puskesmas.
“Jika ada pasien dengan kondisi lebih berat dan tidak mampu ditangani di puskesmas, harapannya petugas dapat merespons dengan cepat dan sigap. Serta segera merujuk pasien ke rumah sakit yang memiliki kemampuan penanganan lebih lanjut,” ujar Rustam.
Kepala Puskesmas Batu 10, Muhammad Al-Ghifari, memastikan fasilitas kesehatan tersebut memiliki persediaan obat dan peralatan medis yang memadai untuk menangani pasien terdampak kabut asap.
“Semua logistik tersedia secara memadai di puskesmas. Jika ada pasien yang terdampak, kami siap memberikan penanganan,” katanya. (Red)













Discussion about this post