Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Kondisi arus lalu lintas di jalur penghubung Tanjungpinang-Kijang, tepatnya di depan SMPN 7 Tanjungpinang, terpantau semrawut dan “krodit” pada Rabu (1/4/2026) siang.
Absennya petugas di lapangan saat jam pulang sekolah memicu kemacetan parah yang mengancam keselamatan siswa serta pengguna jalan lainnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan tidak adanya personel dari instansi terkait yang mengarahkan kendaraan di titik-titik rawan.
Penumpukan kendaraan mencapai puncaknya saat volume kendaraan wali murid dan pelajar berbaur dengan arus utama lintas kota, menciptakan risiko kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang meningkat drastis.
Kondisi ini disinyalir terjadi akibat lemahnya koordinasi antar-instansi dalam memetakan jam rawan macet. Tanpa adanya intervensi segera, jalur ini menjadi “zona bahaya” bagi para penjemput dan pengguna jalan yang melintas.
Dibutuhkan atensi serius dari pemangku kepentingan, mulai dari pihak sekolah, Dinas Perhubungan, hingga Kepolisian untuk segera bersinergi.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, diperlukan langkah antisipasi mendesak agar permasalahan ini tidak memakan korban jiwa di kemudian hari.
Sampai berita ini tayang media ini belum bisa konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. (Riyan/Red)













Discussion about this post