Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) mencapai 6,99 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada triwulan II 2026. Sementara itu, realisasi investasi hingga semester I 2026 menembus Rp40,38 triliun atau 168 persen dari target daerah sebesar Rp24,10 triliun.
Capaian tersebut disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepri di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Kamis (24/9/2026).
Pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2026 menempatkan provinsi ini di posisi pertama se-Sumatera dan ketiga secara nasional. Adapun tingkat kemiskinan pada Maret 2026 tercatat 4,09 persen, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 mencapai 80,53 dan menempati posisi pertama di Sumatera.
Ansar mengatakan, peringatan hari jadi provinsi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat tekad membangun daerah.
“Sempena Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau bukan sebagai seremonial belaka, melainkan merupakan representasi tekad yang berakar pada sejarah dan sikap optimis menuju masa depan yang lebih baik,” kata Ansar.
Pemprov Kepri juga menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya subsidi BPJS Ketenagakerjaan bagi 9.200 petani dan 31.304 nelayan, serta subsidi bunga nol persen bagi 2.126 pelaku UMKM dengan nilai penyaluran Rp56,1 miliar.
Program Kepri Terang telah menyambungkan listrik gratis kepada 14.340 rumah tangga hingga Desember 2025. Di sektor pendidikan, pemerintah memberikan beasiswa kepada 1.212 mahasiswa serta bantuan pendidikan bagi 58 dokter spesialis dan subspesialis.
Wali Kota Tanjungpinang Ajak Perkuat Sinergi Pembangunan

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Kepri di Kantor Wali Kota Tanjungpinang. Lis membacakan pidato gubernur sekaligus mengajak pemerintah kabupaten dan kota memperkuat sinergi pembangunan.
“Kemajuan tidak boleh membuat kita kehilangan akar. Kita ingin Kepri modern tanpa kehilangan adab, tanpa meninggalkan sejarah, serta tumbuh tanpa meninggalkan siapa pun,” kata Lis.
Pemprov Kepri juga menyiapkan pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat sebagai bagian dari upaya melestarikan sejarah dan identitas daerah.
Peringatan Hari Jadi ke-24 Kepri tahun ini mengusung tema “Dari Penyengat, Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan”. (Red)













Discussion about this post