Lidiknusantara.com, Batam – Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepri mengapresiasi respons cepat jajaran Polresta Barelang dan Polda Kepri dalam menangani bentrokan dua kelompok yang terjadi di wilayah Setokok, Batam.
Ketua LMB Kepri, Farizal, juga menyampaikan keprihatinan dan duka cita atas jatuhnya korban dalam peristiwa tersebut. Ia berharap seluruh pihak menahan diri dan bersama-sama menjaga keamanan serta kondusivitas Kota Batam.
“Kami mengapresiasi respons cepat jajaran Polresta Barelang dan Polda Kepri. Kami juga turut prihatin dan berduka atas jatuhnya korban. Selanjutnya, kami berharap proses penanganannya dilakukan secara adil, transparan dan profesional,” ujar Farizal.
Namun, di balik apresiasi terhadap penanganan aparat, LMB Kepri meminta BP Batam mengevaluasi sistem pengalokasian lahan yang dinilai perlu diperbaiki agar persoalan di lapangan tidak berkembang menjadi konflik horizontal.
Menurut Farizal, prinsip clean and clear harus benar-benar dipastikan sebelum lahan dialokasikan kepada pihak ketiga atau perusahaan. Status lahan, penguasaan, keberadaan masyarakat maupun persoalan lainnya harus terlebih dahulu diselesaikan secara jelas dan tuntas.
“Jangan sampai persoalan administrasi dan pengalokasian lahan justru menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat,” tegasnya.
LMB Kepri juga mendorong aparat menindak seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam kekerasan, termasuk jika ditemukan adanya penggunaan atau kepemilikan senjata dalam bentrokan, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Farizal menegaskan, LMB Kepri menyerahkan proses hukum kepada aparat berwenang dan meminta semua pihak mengedepankan ketertiban, musyawarah serta kepastian hukum.
“LMB Kepri santun dalam sikap, tegas dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkas Farizal. (Defran/Red)













Discussion about this post