Lidiknusantara.com, Karimun – Perselisihan antara Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) Kabupaten Karimun dan warga Teluk Air berakhir damai setelah kedua pihak mengikuti mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Karimun bersama Polres Karimun, Jumat (14/8/2026).
Mediasi berlangsung di Rumah Dinas Bupati Karimun dan dipimpin Bupati Karimun Ing Iskandarsyah bersama Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani, S.I.K., M.Si. Pertemuan turut dihadiri Ketua IKABSU Karimun Paraloan Sitompul serta perwakilan warga Teluk Air.
Mediasi tersebut merupakan tindak lanjut atas kesalahpahaman yang terjadi di Cafe Newton Poros, Kecamatan Meral, pada 6 Juli 2026. Pemerintah daerah dan kepolisian mengambil langkah dialogis untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik serta mengantisipasi munculnya isu yang berkaitan dengan SARA.
Bupati Iskandarsyah meminta kedua pihak mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
“Kita ingin persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan. Mari bersama-sama menjaga silaturahmi, saling menghormati dan menciptakan suasana yang aman serta kondusif di Kabupaten Karimun,” ujar Iskandarsyah.
Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
“Mari bersama-sama menjaga kerukunan dan kondusivitas Kabupaten Karimun. Jangan mudah terprovokasi informasi yang belum diketahui kebenarannya. Setiap persoalan dapat diselesaikan melalui mediasi dan musyawarah secara kekeluargaan,” tegas Yunita.
Dalam mediasi tersebut, kedua pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan. Mereka juga berkomitmen tidak melakukan intimidasi maupun tindakan balasan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kesepakatan perdamaian kemudian dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani para pihak. Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, persoalan dinyatakan tidak diperpanjang dan seluruh pihak berkomitmen menjaga Kabupaten Karimun tetap aman, damai, dan kondusif.
Pemkab Karimun dan Polres Karimun menegaskan pendekatan preventif, humanis, dan dialogis akan terus dikedepankan dalam menangani persoalan di tengah masyarakat. (Red)













Discussion about this post