Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mengombinasikan ikhtiar batin dan langkah konkret lapangan untuk menghadapi krisis kekeringan yang kian meluas.
Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, memimpin langsung pelaksanaan Salat Istisqa’ (salat memohon hujan) bersama ribuan jemaah di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Minggu (29/3/2026).
Langkah spiritual ini berjalan beriringan dengan penguatan logistik air bersih di jalur darat.
Wali Kota menegaskan bahwa Pemkot Tanjungpinang juga melipatgandakan kekuatan armada untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Salat Istisqa’ ini bentuk ikhtiar batin kita bersama, memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan dan keberkahan di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang ini,” ujar Lis usai pelaksanaan ibadah yang dipimpin oleh Imam KH. Najmuddin tersebut.
Untuk memperkuat distribusi air di titik-titik kritis, Pemko Tanjungpinang telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Distribusi Air Bersih.
Sebanyak tujuh armada mobil tangki dari berbagai instansi, seperti BPBD Kota dan Provinsi, Dinas Sosial, hingga BPBPK Kepri, telah bersiaga penuh.
Dalam satu kali perjalanan, tim ini mampu menyalurkan hingga 27 ribu liter air ke wilayah yang terdampak.
Lis menjamin jumlah armada ini masih akan terus bertambah dengan dukungan kendaraan operasional dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya jika kondisi memburuk.
“Pembentukan Satgas ini merupakan wujud tanggung jawab dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, agar kebutuhan dasar air bersih tetap terpenuhi,” tegas Lis.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diprediksi baru akan turun secara intens pada bulan Mei mendatang.
Menyikapi jeda waktu tersebut, Pemko Tanjungpinang kini tengah mematangkan rencana penetapan status siaga atau tanggap darurat kekeringan melalui koordinasi dengan unsur pimpinan daerah.
Lis juga memberikan peringatan keras terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat tajam selama masa kemarau. Ia melarang warga membuka lahan dengan cara membakar karena terdapat ancaman sanksi pidana bagi para pelakunya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan. Mari kita jaga lingkungan tetap aman dan kondusif agar kita bisa melewati masa sulit ini dengan baik,” pungkasnya. (Red)











Discussion about this post