Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad, memimpin langsung gerakan pembayaran zakat bersama jajaran pimpinan daerah di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Jumat (6/3/2026).
Langkah ini menjadi dorongan nyata bagi para aparatur sipil dan pelaku usaha untuk mengejar target penghimpunan dana umat melalui Baznas Kepri sebesar Rp17 miliar pada tahun ini.
Dalam kegiatan Layanan Pembayaran Zakat tersebut, Ansar menyoroti besarnya potensi zakat di Bumi Segantang Lada yang belum tergarap maksimal.
Hingga saat ini, jumlah pemberi zakat atau muzakki yang tercatat baru menyentuh angka 4.800 orang. Padahal, jika seluruh elemen masyarakat mampu berpartisipasi, angka tersebut diyakini bisa melonjak jauh lebih tinggi.
“Tahun ini target penghimpunan zakat melalui Baznas Kepri sebesar Rp17 miliar. Karena itu, saya berharap seluruh pimpinan yang hadir dapat mengingatkan jajaran, masyarakat, serta lingkungan masing-masing agar menunaikan kewajiban zakat, infak, dan sedekah,” ujar Ansar di hadapan pimpinan instansi vertikal dan direksi BUMD.
Ansar menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama, melainkan instrumen ekonomi yang ampuh untuk mengikis angka kemiskinan.
Ia mengingatkan para pejabat bahwa harta yang dizakatkan tidak akan berkurang, melainkan mendatangkan keberkahan yang berlipat sesuai janji Tuhan dalam kitab suci.
“Pembayaran zakat fitrah memiliki keutamaan yang luar biasa. Selain menggugurkan dosa, zakat juga menjadi jembatan menuju surga Allah serta membawa keberkahan terhadap harta yang dititipkan kepada kita,” tambahnya.
Selain penghimpunan, Gubernur mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kepri untuk lebih kreatif dalam mengelola dana yang terkumpul.
Ia meminta lembaga tersebut memperbanyak program ekonomi produktif seperti Z-Kitchen dan Z-Mart agar para penerima manfaat bisa mandiri secara finansial di masa depan.
Untuk mendukung visi tersebut, Ansar menginstruksikan adanya kerja sama antara Baznas dengan lembaga keuangan seperti Bank Indonesia dan OJK dalam memberikan pelatihan manajemen usaha.
Targetnya, modal zakat yang diberikan kepada warga kurang mampu dapat berkembang menjadi unit usaha yang berkelanjutan.
“Dana zakat yang dikelola harus bisa berkembang secara maksimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berantai oleh masyarakat lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kepri, Arusman Yusuf, menyatakan kesiapannya mengelola dana tersebut secara transparan dan amanah.
Ia mengimbau warga yang telah mencapai syarat batas harta (nisab) untuk segera menyalurkan zakatnya agar proses distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dapat segera dipercepat menjelang Idulfitri. (Red)












Discussion about this post