Karimun, Lidiknusantara.com – Polemik dugaan janji proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun mencuat setelah beredarnya somasi atas nama Hendry Juliardian.
Somasi tersebut menyebut Henry Aris Bawolle menawarkan paket proyek pengadaan alat berat dan sarana kebersihan yang berujung pada dugaan permintaan uang komitmen. Menanggapi hal itu, Henry Aris Bawolle angkat bicara dan membantah seluruh tudingan.
Dalam keterangannya kepada media, Kamis (8/1/2026), Henry Aris menegaskan tidak pernah mengenal Hendry Juliardian.
Ia mengaku tidak memiliki nomor kontak yang bersangkutan dan membantah pernah mengirimkan nomor rekening atau menawarkan proyek pengadaan excavator, arm roll truck, maupun kontainer sampah kepada siapa pun.
“Saya memang menerima somasi, tetapi seluruh isi surat itu tidak benar. Saya tidak mengenal saudara Hendry Juliardian dan tidak pernah berkomunikasi dengannya,” tegas Henry Aris.
Ia juga membantah tudingan meminta uang komitmen awal Rp200 juta yang kemudian disebut disepakati menjadi Rp50 juta. Menurutnya, ia sama sekali tidak mengetahui pembahasan proyek sebagaimana yang tertuang dalam somasi tersebut.
Henry Aris menjelaskan, satu-satunya peristiwa yang ia ingat hanyalah ajakan bertemu dari seorang rekannya berinisial TB di sebuah rumah makan di Karimun. Karena waktu menjelang magrib, ia datang setelah menunaikan salat. Setibanya di lokasi, ia melihat beberapa orang telah berkumpul, namun tidak mengetahui secara jelas topik pembicaraan saat itu.
“Setelah itu mereka mengajak ke tempat hiburan. Saya tidak ikut, hanya mengantar sampai parkiran lalu pulang,” ujarnya.
Terkait dana Rp50 juta yang disebut-sebut dalam somasi, Henry Aris mengaku baru mengetahui adanya uang masuk ke rekeningnya setelah diberi tahu oleh TB. Ia kemudian diminta mentransfer Rp30 juta ke rekening TB, sementara Rp20 juta masih tersisa di rekeningnya.
“Uang Rp20 juta itu masih ada dan akan saya kembalikan ke rekening pengirim pada Jumat, 9 Januari 2026,” jelasnya.
Henry Aris menegaskan kembali bahwa tudingan permintaan uang komitmen proyek tidak pernah ia lakukan. Ia menyayangkan pemberitaan yang berkembang karena berdampak pada kenyamanan dirinya dan keluarga.
“Klarifikasi ini saya sampaikan untuk meluruskan fakta dan membersihkan nama baik saya serta keluarga,” tutupnya.
Sementara itu, TB saat dikonfirmasi secara terpisah pada Jumat (9/1/2026) membenarkan menerima transfer Rp30 juta dari Henry Aris. Namun, ia mengklaim telah mengembalikan uang tersebut kepada pemiliknya tiga hari sebelumnya.
TB juga menyatakan penyesalannya karena Henry Aris memberikan keterangan kepada media tanpa terlebih dahulu mengonfirmasi dirinya.
“Iya, uang Rp30 juta itu memang ada dan sudah saya kembalikan,” ujar TB singkat. (Red)














Discussion about this post