Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan penilaian Adipura sebagai satu-satunya momentum menjaga kebersihan lingkungan.
Penilaian oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dijadwalkan berlangsung pada 18–25 Oktober 2026. Menjelang agenda tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang mengajak warga menjaga kebersihan mulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing,” ujar Zulhidayat, Selasa (20/10/2026).
Ia mengimbau warga membuang sampah pada tempatnya dan tidak membakar sampah. Menurutnya, kebersihan harus tumbuh dari kesadaran individu dan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Zulhidayat menegaskan, Adipura merupakan bentuk apresiasi atas upaya menjaga kebersihan, bukan tujuan utama yang hanya dikejar ketika penilaian berlangsung.
“Esensinya bukan hanya pada saat tim datang. Kita harus menjaga kebersihan setiap hari, sepanjang tahun, dimulai dari lingkungan terkecil,” katanya.
Ia menyebut Tanjungpinang mendapat apresiasi masyarakat sebagai kota yang bersih, tenang, dan nyaman untuk ditinggali. Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu dipertahankan melalui kerja sama dan gotong royong warga.
Zulhidayat optimistis Tanjungpinang berpeluang kembali meraih Piala Adipura jika masyarakat dan pemerintah terus menjaga kebersihan serta melakukan perbaikan.
Namun, ia mengingatkan bahwa manfaat utama dari lingkungan bersih adalah kesehatan dan kenyamanan masyarakat, bukan semata-mata penghargaan.
“Tujuan paling penting dari menjaga kebersihan bukan semata-mata mengejar penghargaan, melainkan agar kita bisa hidup sehat dan nyaman,” pungkasnya. (Red)













Discussion about this post