Lidiknusantara.com, Kepri – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menjajaki peluang perluasan investasi Uni Emirat Arab (UEA), terutama di Batam, melalui pertemuan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri di Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan ekonomi kedua pihak, termasuk perkembangan investasi IFFCO Group, perusahaan pangan asal UEA yang menjalankan usaha di Batam. Pemprov Kepri berharap komunikasi ini membuka peluang investasi baru di sektor infrastruktur, energi, teknologi, dan pariwisata.
Nyanyang mengatakan, Kepri memiliki posisi strategis dalam perdagangan dan investasi internasional. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menjaga iklim usaha yang kondusif serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi investor.
“Kepri memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang investasi dan perdagangan internasional. Kami terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberikan kemudahan pelayanan kepada investor, termasuk dari Uni Emirat Arab,” ujar Nyanyang.
IFFCO Group telah beroperasi di Batam melalui PT Synergy Oil Nusantara yang mengelola fasilitas pemurnian minyak makan di kawasan Kabil, Nongsa. Investasi tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan perusahaan UEA dalam sektor industri di Batam.
Dalam kunjungan ke Batam pada Juli 2025, Abdulla Salem AlDhaheri juga meninjau fasilitas pengolahan tersebut. Saat itu, pihak UEA menyampaikan ketertarikan menjajaki peluang investasi di sejumlah sektor strategis.
Peluang kerja sama ini turut didukung Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–UEA (I-UAE CEPA), yang berlaku sejak 1 September 2023 untuk memperluas perdagangan dan investasi kedua negara.
Kepri juga memiliki daya tarik bagi investor asing. Pada semester I 2026, realisasi investasi di Batam mencapai Rp40 triliun, seiring pertumbuhan ekonomi sebesar 7,28 persen.
Nyanyang berharap penguatan kemitraan dengan UEA tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri lokal, dan memperluas keterlibatan tenaga kerja daerah.
Pemprov Kepri melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyatakan akan terus meningkatkan pelayanan perizinan untuk mendukung investasi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (Red)
Keyphrase: Investasi UEA di Kepri
Meta description: Pemprov Kepri menjajaki perluasan investasi UEA di Batam melalui pertemuan Wakil Gubernur Nyanyang dengan Dubes UEA di Jakarta.













Discussion about this post