Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang menyoroti ancaman baru penyebaran paham radikal yang kini semakin masif melalui media digital dan menyasar kalangan anak muda.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Penguatan Pemahaman Pemerintah Daerah terhadap Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) 2026–2029 di Swiss-Belhotel Harbour Bay Batam, Kamis (7/5/2026).
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan pencegahan ekstremisme tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan. Menurutnya, pemerintah daerah harus aktif membangun ketahanan sosial masyarakat.
“Pencegahan radikalisme dan ekstremisme bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat,” kata Lis.
Ia menilai penguatan literasi digital dan pendidikan karakter menjadi langkah penting di tengah derasnya arus informasi media sosial.
“Penguatan nilai kebangsaan, toleransi, dan literasi digital harus terus ditanamkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh paham radikal,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatgaswil Kepri Kombes Pol Faisal Syahroni mengungkapkan pola penyebaran radikalisme kini berubah. Kelompok ekstrem tidak lagi bergerak melalui organisasi besar, melainkan membentuk sel kecil hingga pelaku tunggal yang aktif memanfaatkan ruang digital.
“Terorisme sekarang berkembang melalui jaringan longgar dan lone wolf yang memanfaatkan media digital sebagai sarana penyebaran paham radikal,” jelas Faisal.
Ia menyebut kelompok usia anak dan remaja mulai menjadi sasaran penyebaran paham ekstremisme. Faktor seperti bullying, kekerasan dalam rumah tangga, broken home, hingga kecanduan gawai dinilai memperbesar kerentanan tersebut.
Dalam periode 2024 hingga April 2026, Satgaswil Kepri telah menjalankan lebih dari 2.000 kegiatan pencegahan, termasuk edukasi literasi digital dan penguatan kontra narasi di media sosial.
Pemerintah daerah juga didorong segera menyusun Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAD PE) sesuai karakteristik masing-masing wilayah. (Red)













Discussion about this post