Lidiknusantara.com, Tanjungpinang – Ribuan warga Tanjungpinang memadati Lapangan Pamedan Ahmad Yani untuk menunaikan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).
Di tengah suasana perayaan hari kemenangan tersebut, pemuka agama memberikan peringatan keras kepada jemaah agar menjadikan momen Lebaran sebagai titik balik untuk berbakti kepada kedua orang tua.
KH. Bambang Maryono, yang bertindak sebagai khatib, memusatkan pesan mimbar pada bahaya dan larangan keras menyakiti hati orang tua. Ia mengingatkan ribuan jemaah bahwa rida Tuhan berakar langsung pada rida ayah dan ibu.
“Jangan sekali-kali kita menjadi anak yang durhaka. Sekeras apa pun kehidupan yang kita jalani, tetaplah hormati dan muliakan kedua orang tua kita,” tegas Bambang di hadapan jemaah.
Ia juga mendorong setiap anak untuk memanfaatkan kelapangan waktu di hari raya ini guna memohon maaf secara langsung. Bagi mereka yang orang tuanya telah berpulang, Bambang menekankan kewajiban menyambung bakti melalui doa.
“Jangan pernah lupa mendoakan orang tua kita. Doa anak yang saleh akan menjadi amal jariah yang terus mengalir bagi mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, yang hadir menunaikan ibadah bersama keluarganya, menyambut baik pesan moral tersebut.
Ia menilai Idulfitri tahun ini merupakan momentum bagi warga kota untuk merajut kembali tali persaudaraan, baik di tingkat keluarga maupun bermasyarakat.
“Idulfitri ini adalah momentum bagi kita semua untuk kembali kepada fitrah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun Kota Tanjungpinang,” ujar Lis usai pelaksanaan ibadah.
Secara teknis, pelaksanaan ibadah solat Ied di Kota Tanjungpinang mulai bergulir tepat pada pukul 07.15 WIB.
Duduy Saadullah memimpin langsung jalannya salat sebagai imam, sementara Doni Rahman bertugas mengumandangkan takbir sebagai bilal.
Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, Ketua Tim Penggerak PKK, hingga tokoh masyarakat turut membaur dalam saf jemaah.
Pemerintah daerah memastikan kelancaran dan ketertiban acara ini sebagai wujud komitmen dalam memfasilitasi kebutuhan spiritual masyarakat. (Red)













Discussion about this post