Lidiknusantara.com, Jakarta – PT Elnusa Tbk (Elnusa) langsung tancap gas mengamankan target ambisius produksi minyak bumi nasional sebesar satu juta barel per hari (BOPD).
Sebagai tulang punggung Subholding Upstream Pertamina, perusahaan kini mengintegrasikan inovasi teknologi mutakhir untuk memangkas durasi pengerjaan proyek hulu migas tanpa mengorbankan kualitas.
Sepanjang tahun 2025, manuver tersebut membuahkan hasil operasional yang impresif. Elnusa sukses merampungkan Proyek Engineering Blanket di PHE Jambi Merang lima bulan lebih cepat dari tenggat waktu. Tidak hanya itu, perusahaan juga menyelesaikan Proyek EPC Booster Pump empat bulan mendahului jadwal.
Akselerasi ini terwujud berkat penerapan teknologi presisi guna menjawab dinamika lapangan, seperti Casing While Drilling untuk efisiensi pengeboran, Chronoflux Technology sebagai stimulasi kimia, hingga Dual Velocity String.
Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, menegaskan bahwa perusahaan menuntut standar tinggi di lapangan dan menolak sekadar mengejar kuantitas proyek.
“Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan setiap layanan mampu mendukung peningkatan produksi secara optimal. Kami tidak hanya berfokus pada volume pekerjaan, tetapi juga pada keandalan operasi, efisiensi biaya, dan keselamatan kerja,” ujar Litta.
Untuk menyokong keberlanjutan produksi Pertamina Group, Elnusa mengerahkan seluruh lini layanannya secara masif secara paralel. Pada sektor geosains, perusahaan menuntaskan survei seismik darat (onshore) seluas 596,6 kilometer persegi untuk membuka potensi eksplorasi baru.
Sementara itu, tim layanan sumur (well services) mengeksekusi pengujian produksi di 16.130 sumur dan mengoperasikan Hydraulic Workover Unit (HWU) pada 160 titik.
Perusahaan juga mencatat rekor pekerjaan wireline logging sebanyak 1.298 kali serta melakukan inspeksi pipa (inline inspection) pada 8 jalur krusial di wilayah PHM.
Memasuki tahun 2026, Elnusa resmi mengusung tema “Rediscover Technology and Innovation Edge”. Tema ini menjadi cetak biru perusahaan dalam menghadirkan solusi hulu migas yang lebih efisien dan mandiri.
“Pengembangan dan pemanfaatan teknologi ini merupakan bagian dari upaya Elnusa dalam menjawab kebutuhan lapangan yang dinamis, sekaligus mendukung strategi peningkatan produksi Pertamina Group,” tutup Litta. (Red)














Discussion about this post