Kamis, 14 Mei 2026
Lidiknusantara.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
    • All
    • Kampar
    • Pekanbaru
    • Rokan Hulu
    • Sumbar
    IK-LIMKOS Jakarta Santuni Anak Yatim di Bulan Suci Ramadan

    IK-LIMKOS Jakarta Santuni Anak Yatim di Bulan Suci Ramadhan

    Digitalisasi dan Syariah Jadi Tolok Ukur Industri Pembiayaan 2026

    Digitalisasi dan Syariah Jadi Tolok Ukur Industri Pembiayaan 2026

    Kapolri Tak Beri Ampun Oknum Brimob Penganiaya Pelajar hingga Tewas

    Kapolri Tak Beri Ampun Oknum Brimob Penganiaya Pelajar hingga Tewas

  • Kepri
    • All
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjungpinang
    Kepri Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah

    Kepri Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah

    DPRD Kepri Soroti Lemahnya Keterbukaan Informasi Publik

    DPRD Kepri Soroti Lemahnya Keterbukaan Informasi Publik

    Laka Maut TKA China di Tanjungpinang: “Dugaan Bukti Bobroknya Pengawasan Imigrasi?”

    Laka Maut TKA China di Tanjungpinang: “Dugaan Bukti Bobroknya Pengawasan Imigrasi?”

  • Artikel
    • All
    • Edukasi
    • Olahraga
    • Seni & Budaya
    • Teknologi
    Mengenal Doomscrolling: Alasan Sulitnya Berhenti Mengonsumsi Berita Buruk di Medsos

    Mengenal Doomscrolling: Alasan Sulitnya Berhenti Mengonsumsi Berita Buruk di Medsos

    Menjaga Identitas Bangsa Melalui Keindahan 4 Kain Tradisional Nusantara

    Menjaga Identitas Bangsa Melalui Keindahan 4 Kain Tradisional Nusantara

    Bukan ChatGPT, Ini 3 Alat AI Gratis untuk Merangkum Dokumen dalam Hitungan Menit

    Bukan ChatGPT, Ini 3 Alat AI Gratis Merangkum Dokumen dalam Hitungan Menit

  • Opini
  • Advertorial
  • Galeri Foto
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
    • All
    • Kampar
    • Pekanbaru
    • Rokan Hulu
    • Sumbar
    IK-LIMKOS Jakarta Santuni Anak Yatim di Bulan Suci Ramadan

    IK-LIMKOS Jakarta Santuni Anak Yatim di Bulan Suci Ramadhan

    Digitalisasi dan Syariah Jadi Tolok Ukur Industri Pembiayaan 2026

    Digitalisasi dan Syariah Jadi Tolok Ukur Industri Pembiayaan 2026

    Kapolri Tak Beri Ampun Oknum Brimob Penganiaya Pelajar hingga Tewas

    Kapolri Tak Beri Ampun Oknum Brimob Penganiaya Pelajar hingga Tewas

  • Kepri
    • All
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjungpinang
    Kepri Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah

    Kepri Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah

    DPRD Kepri Soroti Lemahnya Keterbukaan Informasi Publik

    DPRD Kepri Soroti Lemahnya Keterbukaan Informasi Publik

    Laka Maut TKA China di Tanjungpinang: “Dugaan Bukti Bobroknya Pengawasan Imigrasi?”

    Laka Maut TKA China di Tanjungpinang: “Dugaan Bukti Bobroknya Pengawasan Imigrasi?”

  • Artikel
    • All
    • Edukasi
    • Olahraga
    • Seni & Budaya
    • Teknologi
    Mengenal Doomscrolling: Alasan Sulitnya Berhenti Mengonsumsi Berita Buruk di Medsos

    Mengenal Doomscrolling: Alasan Sulitnya Berhenti Mengonsumsi Berita Buruk di Medsos

    Menjaga Identitas Bangsa Melalui Keindahan 4 Kain Tradisional Nusantara

    Menjaga Identitas Bangsa Melalui Keindahan 4 Kain Tradisional Nusantara

    Bukan ChatGPT, Ini 3 Alat AI Gratis untuk Merangkum Dokumen dalam Hitungan Menit

    Bukan ChatGPT, Ini 3 Alat AI Gratis Merangkum Dokumen dalam Hitungan Menit

  • Opini
  • Advertorial
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Lidiknusantara.com
No Result
View All Result
Home Kepri Bintan

Gandeng Akademisi, KNTI Bintan Bahas Hak dan Ruang Tangkap Nelayan

Redaksi by Redaksi
12/02/2026 11:45 AM
in Bintan
0
Gandeng Akademisi, KNTI Bintan Bahas Hak dan Ruang Tangkap Nelayan 

Gandeng Akademisi, KNTI Bintan Bahas Hak dan Ruang Tangkap Nelayan.

0
SHARES
127
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lidiknusantara.com, Bintan – DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan menggelar diskusi publik pengelolaan bersama kawasan tenurial nelayan di Balai Pertemuan Kantor Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kamis (12/2/2026).

Forum ini memfokuskan pembahasan pada perlindungan hak nelayan, konflik ruang tangkap, dan keberlanjutan wilayah pesisir berbasis kajian akademik.

KNTI menghadirkan nelayan, LAM Bintan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta akademisi maritim dari UMRAH untuk memetakan persoalan dan potensi sektor kelautan-perikanan di Kabupaten Bintan.

Ketua KNTI Bintan, Syukur Hariyanto, S.I.P, menegaskan bahwa selain membahas persoalan lapangan, diskusi ini turut menelaah aspek regulasi dan kajian ilmiah kemaritiman.

“Kami mengundang nelayan, lembaga adat, dinas, dan akademisi. Akademisi memberi pemahaman berbasis pengetahuan dan regulasi. Ada dosen UMRAH yang memaparkan langsung materinya,” ujarnya.

Menurut Syukur, forum ini menargetkan pemetaan menyeluruh atas aktivitas dan potensi kelautan, perikanan, serta pesisir agar program pemerintah lebih tepat sasaran.

“Tujuan kegiatan ini memetakan seluruh potensi dan persoalan kelautan-perikanan di Bintan. Harapannya pemerintah mendapat data kuat dan bisa fokus pada kebutuhan nyata nelayan,” katanya.

Ia menyebut nelayan menyoroti sejumlah isu utama, mulai dari pencemaran minyak hitam, distribusi solar, konflik ruang tangkap, penggunaan alat tangkap terlarang, hingga penyempitan wilayah tangkap akibat investasi dan lalu lintas kapal besar.

“Nelayan bukan anti investasi, tapi mereka ingin investasi itu bersahabat dengan nelayan dan lingkungan,” tegas Syukur.

Sementara itu, Kepala Desa Teluk Bakau, Abdul Wahid, menilai peran pers sangat penting dalam mengawal isu pesisir dan nelayan. Ia menyebut media menjadi saluran informasi publik sekaligus pengawas sosial terhadap kebijakan dan aktivitas di lapangan.

Menurutnya, kehadiran pers sebagai mitra strategis membantu desa dan masyarakat menyuarakan persoalan secara terbuka serta mendorong transparansi program.

“Pers itu kontrol sosial dan sumber informasi bagi masyarakat. Kehadiran pers sebagai mitra sangat membantu kami menyampaikan kondisi riil di lapangan, sekaligus mengawal kebijakan agar tetap berpihak pada kepentingan warga,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah desa, organisasi nelayan, akademisi, dan insan pers terus diperkuat agar isu pesisir, lingkungan, dan ruang tangkap nelayan mendapat perhatian luas dan penanganan yang tepat. (R. Martha)

Tags: Headline
Previous Post

Galang Batang Terancam, Tambang Pasir Ilegal Akan Bangkit Lagi

Next Post

KNTI Minta Pemerintah Tegas Soal Dugaan Penimbunan Mangrove Tanpa Izin

Discussion about this post

Berita Terkini

Kepri Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah

Kepri Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah

14/05/2026 1:00 PM

DPRD Kepri Soroti Lemahnya Keterbukaan Informasi Publik

Laka Maut TKA China di Tanjungpinang: “Dugaan Bukti Bobroknya Pengawasan Imigrasi?”

Anggaran Publikasi Musrenbang Bappeda Kepri 2026 Disorot, ‘Media Hanya Dapat Rp250 Ribu, Sisanya ke Mana?’

Pengawasan Ketat Imigrasi Gagalkan Penyamaran WNA Asal Tiongkok

HUT ke-14, Desa Rantau Panjang Perkuat Semangat Kebersamaan dan Pembangunan

Lidiknusantara

© 2019 Lidiknusantara.com All Rights Reserved.

Informasi

  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer

Media Sosial

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
    • Sumbar
  • Kepri
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Batam
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Anambas
  • Edukasi
  • Seni & Budaya
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Opini
  • Advertorial
  • Galeri Foto

© 2019 Lidiknusantara.com All Rights Reserved.