TANJUNGPINANG – Reformasi angkutan publik mulai digerakkan Pemerintah Kota Tanjungpinang sebagai langkah konkret menuju sistem transportasi yang lebih efisien dan inklusif.
LIDIKNUSANTARA.COM – Dalam dialog publik “Kepri Menyapa” yang disiarkan langsung dari Studio TVRI Kepri, Kamis (7/8/2025), Kepala Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, Boby Wira Satria, memaparkan arah baru kebijakan mobilitas kota.
Boby menjelaskan bahwa Pemko akan mengoperasikan kembali lima unit Bus Rapid Transit (BRT) yang selama ini mangkrak. Fokus awalnya adalah trayek Senggarang dan Dompak, dengan sasaran utama pelajar dan mahasiswa.
“Moda ini bukan hanya soal transportasi, tapi soal akses pendidikan dan keadilan sosial,” ujarnya.
Tak hanya mengandalkan BRT, Dishub juga tengah mendorong skema langganan angkot untuk pelajar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Ini dimaksudkan agar siswa tak perlu lagi bergantung pada kendaraan pribadi, yang selama ini memperparah kemacetan dan ketimpangan mobilitas.
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kepri, Syaiful, mendukung penuh langkah ini. Menurutnya, reformasi transportasi adalah hak dasar warga kota yang tak bisa ditunda. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor agar kebijakan ini tak hanya berhenti di studio siaran.
Program ini menjadi sinyal bahwa Tanjungpinang mulai serius menggeser paradigma mobilitas: dari individualistis menuju publik dan berkelanjutan.
Jika dijalankan konsisten, kota ini bisa jadi contoh kecil bagaimana reformasi transportasi dimulai dari kebutuhan paling mendasar seperti mengantar anak ke sekolah. (red)














Discussion about this post