Lidiknusantara.com, Batam — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Kepri menyiagakan 1.450 personel gabungan untuk mengamankan jalannya arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Selain menjamin keamanan fisik di simpul-simpul transportasi, pemerintah juga memperketat pengawasan harga tiket agar tidak mencekik masyarakat yang hendak pulang kampung.
Fokus pengamanan ini diungkapkan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seligi 2026 yang berlangsung di Lapangan Bhayangkara Polda Kepri, Kamis (12/3/2026).
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, memberikan peringatan keras kepada para operator transportasi. Ia menuntut seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah praktik lonjakan harga tiket secara sepihak di tengah tingginya permintaan pasar, baik untuk angkutan laut maupun udara.
“Kita harus tetap waspada dan melakukan pengawasan secara maksimal, termasuk terhadap harga tiket transportasi, baik kapal laut maupun pesawat, agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan terhadap para pelaku usaha agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku,” tegas Ansar.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, memastikan ribuan personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait akan menyebar ke seluruh kabupaten dan kota.
Penjagaan ekstra ketat akan menyasar pelabuhan domestik maupun pelabuhan kapal penyeberangan (Roro) yang menjadi urat nadi pergerakan manusia dan barang di wilayah kepulauan ini.
“Adapun objek pengamanan meliputi titik-titik pergerakan orang dan barang, khususnya di kawasan pelabuhan. Kami berharap situasi keamanan tetap kondusif dan tidak ada gangguan yang perlu diwaspadai secara khusus,” ujar Asep saat sesi tanya jawab bersama awak media.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga membacakan amanat Kapolri yang menyoroti dampak eskalasi konflik global di Timur Tengah terhadap ekonomi dalam negeri.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi belanja panik, mengingat pemerintah pusat telah menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok.
Selain mengantisipasi kemacetan dan kejahatan konvensional, aparat juga mendapat instruksi khusus untuk memantau rumah-rumah kosong yang pemudik tinggalkan, serta menyiagakan tim tanggap bencana guna merespons potensi cuaca ekstrem dari peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (Red)













Discussion about this post